Seleksi SMA Lampung 2026 Berubah, Jalur Domisili Tak Lagi Jadi Penentu Utama

Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico

Bandar Lampung : Sistem penerimaan siswa baru tingkat SMA di Provinsi Lampung tahun 2026 mengalami perubahan mendasar. Jalur domisili yang selama ini menjadi andalan karena faktor kedekatan tempat tinggal, kini tak lagi menjadi jaminan bagi calon peserta didik untuk lolos ke sekolah tujuan.

Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mulai menerapkan skema seleksi yang lebih ketat dan menyeluruh. Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa sistem baru ini menggabungkan berbagai indikator penilaian, tidak lagi bertumpu pada jarak semata.

“Seleksi sekarang menggabungkan aspek kompetensi dan wilayah. Jadi tidak ada lagi anggapan bahwa jarak menjadi satu-satunya penentu,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Dalam skema Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, calon siswa pada jalur tertentu—including domisili—akan mengikuti tes berbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT). Artinya, kemampuan akademik kini menjadi faktor penting dalam proses seleksi.

Perubahan ini sekaligus menggeser paradigma lama. Jika sebelumnya tinggal dekat sekolah kerap dianggap sebagai “tiket masuk”, kini seluruh peserta harus bersaing secara terbuka berdasarkan kualitas dan kemampuan.

Tak hanya itu, Disdikbud juga memperkenalkan pengelompokan sekolah menjadi dua kategori, sekolah unggulan dan sekolah reguler.

Sekolah unggulan akan membuka seleksi lebih awal, memberi kesempatan bagi siswa berprestasi untuk bersaing di tahap pertama.

Sementara pada sekolah reguler, sistem penilaian dilakukan secara kombinatif. Nilai rapor, jarak domisili, dan usia akan dihitung secara bersamaan untuk menentukan kelulusan. Skema ini dirancang untuk mencegah dominasi satu faktor sekaligus memperluas asas keadilan.

Kebijakan baru ini juga merupakan respons atas evaluasi sistem sebelumnya yang dinilai masih memiliki celah, terutama praktik manipulasi alamat demi mendekati sekolah favorit. Dengan pendekatan baru, ruang untuk praktik tersebut diharapkan semakin tertutup.

Di sisi lain, perubahan ini menuntut kesiapan lebih dari calon siswa dan orang tua. Jalur domisili yang dulu relatif aman kini berubah menjadi arena kompetisi yang menitikberatkan pada kualitas akademik.

SPMB 2026 pun menjadi titik balik arah kebijakan pendidikan di Lampung, dari pendekatan berbasis wilayah menuju sistem berbasis kompetensi dan pemerataan mutu.

Adapun jadwal pelaksanaan SPMB 2026 sebagai berikut:

-SMA Unggulan: 2–5 Juni 2026

-SMA Reguler dan SMK: 15–19 Juni 2026

-Pengumuman hasil seleksi: 11 Juni dan 24 Juni 2026

Seluruh proses seleksi akan dilakukan secara terbuka, berbasis sistem, dan dapat dipantau publik.

“Tidak ada pungutan biaya dalam proses pendaftaran. Semua berjalan transparan,” tegas Thomas.

Melalui perubahan ini, pemerintah berharap sistem penerimaan siswa di Lampung menjadi lebih adil, kompetitif, dan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara merata.

Editor : Yongki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *