Magelang : Sekitar 500 Ketua DPRD dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi se-Indonesia mengikuti kegiatan retreat Pemantapan Pimpinan Daerah yang digelar di Akademi Militer Magelang sejak Rabu (15/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu itu menjadi ajang penguatan kapasitas pimpinan legislatif daerah, dengan materi yang mencakup wawasan kebangsaan, kedudukan DPRD, hingga dinamika geopolitik global.
Program ini diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional dengan total anggaran mencapai Rp8.007.815.000.
Besarnya nilai anggaran tersebut turut menjadi sorotan, seiring tuntutan publik agar setiap program peningkatan kapasitas pejabat daerah tetap mengedepankan efektivitas dan akuntabilitas.
Dalam retreat ini, para Ketua DPRD tidak hanya mendapatkan pembekalan teoritis, tetapi juga digembleng dalam suasana semi-militer di lingkungan Akmil.
Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk karakter kepemimpinan yang lebih disiplin, responsif, dan memiliki perspektif kebangsaan yang kuat di tengah tantangan global yang kian kompleks.
Selain itu, materi geopolitik menjadi salah satu fokus utama, mengingat posisi strategis Indonesia dalam percaturan global yang berdampak langsung pada kebijakan daerah.
Para pimpinan DPRD diharapkan mampu menerjemahkan dinamika global tersebut ke dalam kebijakan lokal yang adaptif dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Meski demikian, kegiatan dengan anggaran miliaran rupiah ini memantik pertanyaan publik terkait urgensi dan dampak konkret yang akan dihasilkan. Transparansi hasil serta implementasi pasca-retreat menjadi kunci untuk menjawab ekspektasi tersebut.
Retreat ini menjadi penegasan bahwa peran DPRD tidak hanya sebagai legislator daerah, tetapi juga sebagai aktor strategis dalam menjaga ketahanan nasional dari level lokal.
(*)












