PT Hakaaston Genjot Aspal Buton, Sinyal Kurangi Ketergantungan Aspal Impor Mulai Dipercepat

JAKARTA : PT Hakaaston (HKA), bagian dari PT Hutama Karya (Persero) melalui ekosistem HK Group, mulai mempercepat pemanfaatan Aspal Buton (Asbuton) sebagai strategi memperkuat ketahanan infrastruktur nasional sekaligus menekan ketergantungan Indonesia terhadap aspal impor.

Langkah ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa industri konstruksi nasional mulai diarahkan untuk lebih mengandalkan sumber daya dalam negeri di tengah ketidakpastian rantai pasok global dan fluktuasi harga material impor.

HKA mendorong penggunaan full extracted natural asphalt atau aspal alam hasil ekstraksi penuh yang diklaim mampu memenuhi kebutuhan perkerasan jalan dengan standar kualitas tinggi. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi bersama pelaku industri aspal nasional agar pemanfaatan Asbuton tidak lagi sebatas wacana, tetapi masuk dalam implementasi nyata proyek infrastruktur.

Sebagai anak usaha PT Hutama Karya (Persero) yang bergerak di bidang operasi dan pemeliharaan jalan tol, HKA menilai penggunaan material lokal bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga bagian dari strategi pengelolaan aset jangka panjang.

Transformasi yang dijalankan melalui HKA 2.0 menuju Indonesia’s Most Valuable Infrastructure Asset Management (IM-V-IAM) disebut menjadi fondasi perusahaan dalam mengintegrasikan kualitas jalan, efisiensi biaya, hingga keberlanjutan aset infrastruktur secara menyeluruh.

Plt Direktur Utama PT Hakaaston, M. Rozi Rinjayadi, menegaskan penguatan Asbuton membutuhkan dukungan lintas sektor agar dapat digunakan secara luas dalam pembangunan nasional.

“Penguatan Asbuton tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas ekosistem, regulator, industri, dan praktisi untuk memastikan material ini dapat dimanfaatkan secara luas dan terukur dalam pembangunan infrastruktur nasional,” ujarnya.

Menurutnya, HK Group siap memperkuat implementasi tersebut melalui integrasi penggunaan Asbuton pada pengelolaan jalan tol hingga pengembangan standar teknis di lapangan.

Di tengah tekanan ekonomi global, langkah penggunaan material lokal seperti Asbuton dinilai berpotensi memberi efisiensi biaya jangka panjang sekaligus meningkatkan nilai aset infrastruktur nasional.

Dorongan ini juga memperlihatkan adanya pergeseran pendekatan pembangunan infrastruktur, dari yang selama ini bergantung pada material impor menuju pemanfaatan sumber daya nasional yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Melalui strategi tersebut, HKA bersama HK Group ingin menempatkan inovasi material lokal bukan hanya sebagai alternatif, melainkan sebagai bagian penting dalam masa depan pembangunan infrastruktur Indonesia.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *