Lampung Selatan : Jalan poros penghubung Kecamatan Katibung dan Way Sulan, tepatnya di Desa Tanjung Ratu, Kabupaten Lampung Selatan, kondisinya kian memprihatinkan. Ruas jalan yang menjadi akses utama antar kecamatan itu hancur parah dan disebut warga tak pernah tersentuh perbaikan selama lebih dari 30 tahun.
Tak ada lagi lapisan aspal yang tersisa di badan jalan. Sepanjang ruas, pengendara hanya disuguhi batu koyak, lubang dalam, serta jalan bergelombang yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi aktivitas masyarakat itu kini berubah bak jalur offroad. Setiap hari, pengendara sepeda motor harus berjibaku melewati medan ekstrem demi bisa beraktivitas.
Kondisi paling memprihatinkan dirasakan para pelajar dan warga yang setiap hari melintas. Mereka terpaksa mempertaruhkan nyawa karena jalan rusak kerap memicu kecelakaan.
Warga mengaku kerusakan jalan telah berlangsung puluhan tahun tanpa ada realisasi pembangunan dari pemerintah. Dampaknya, aktivitas ekonomi masyarakat terganggu, termasuk akses anak-anak menuju sekolah.
Demi mempersingkat waktu perjalanan, sejumlah warga dan pelajar bahkan nekat melintasi jalan setapak di tengah perkebunan sawit. Padahal, jalur alternatif tersebut dikenal rawan aksi kriminalitas.
“Sudah sering diusulkan lewat musrenbang, tapi sampai sekarang belum juga ada perbaikan,” ujar Mahendra Gunawan, Kepala Dusun Tanjung Ratu.
Tak ingin korban kecelakaan terus berjatuhan, warga akhirnya bergotong royong menyingkirkan batu-batu tajam yang berserakan di badan jalan agar pengendara tidak terjatuh.
Menurut warga, kecelakaan di ruas jalan tersebut sudah tak terhitung jumlahnya. Bahkan, seorang warga disebut mengalami cacat permanen setelah kehilangan jari tangan akibat terjatuh saat melintas di jalan rusak itu.
“Kalau hujan makin parah, licin dan banyak yang jatuh. Sudah banyak korban,” kata Hendrik, salah seorang warga.
Warga Desa Tanjung Ratu kini hanya bisa berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan penghubung Katibung–Way Sulan tersebut. Sebab selama puluhan tahun, mereka dipaksa hidup berdampingan dengan jalan rusak dan ancaman kecelakaan setiap hari.
(Nex)












