Penjaringan Mulei Menganai Lampura Memasuki Tahap Final

Kotabumi_Ajang Grand Final Pemilihan Muli Mekhanai Kabupaten Lampung Utara Tahun 2026 akan digelar Senin (27/4/2026) nanti malam di Gedung Pusiban Agung Kotabumi.

Momentum ini menjadi tahap akhir dari proses panjang seleksi generasi muda yang diproyeksikan sebagai wajah promosi pariwisata daerah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Utara, Perdana Putra, menjelaskan proses seleksi telah dimulai sejak 20 April 2026 dengan diikuti 30 pasang peserta atau total 60 finalis. Dari jumlah tersebut, hanya lima pasang terbaik yang akan melaju ke tahap penentuan juara pada malam grand final nanti.

“Dari lima pasang tersebut akan ditetapkan juara utama serta runner-up satu hingga empat. Selain itu, akan dipilih juga sembilan pasang untuk kategori atribut seperti duta pelajar, duta persahabatan, favorit, dan lainnya,” ujar Perdana, Senin (27/4/2026).

Penilaian pada malam puncak akan dilakukan oleh lima dewan juri dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, budayawan, hingga praktisi profesional. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan penilaian objektif, tidak hanya dari aspek penampilan, tetapi juga kapasitas intelektual dan kepribadian peserta.

Acara ini juga direncanakan dihadiri  Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, unsur Forkopimda, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung mewakali Gubernur Lampung.

Perdana menambahkan,  pemenang nantinya akan menjadi duta resmi yang mewakili Lampung Utara di tingkat provinsi sekaligus menjadi ujung tombak promosi potensi wisata daerah.

Perdana menegaskan, standar yang dibutuhkan dalam ajang ini tidak hanya bertumpu pada penampilan fisik.
“Muli mekhanai tidak cukup hanya cantik dan tampan. Mereka harus cerdas, komunikatif, dan mampu menyampaikan informasi dengan baik tanpa ragu,” katanya.

Ia berharap, melalui ajang ini lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian dan kapasitas dalam mempromosikan destinasi wisata Lampung Utara secara luas.

Dengan demikian, Grand Final Muli Mekhanai 2026 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul yang mampu memperkuat identitas dan daya saing pariwisata daerah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *