Kotahumi_Banyaknya permintaan masyarakat akan adanya Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang di kelola persyarikatan Muhammadiyah di Kotabumi mendapat respon yang positif dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah. Melalui Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) dengan melakukan audensi ke Dinas Pendidikan Lampung Utara (Lampura), Rabu (16-4-2026).
Audensi yang dilakukan pihak UMKO dengan Kepala Dinas Pendidikan Lampura bertujuan meminta arahan serta informasi terkait prosedur dan syarat berdirinya satuan pendidikan baru. Rombongan dari pihak UMKO yang dipimpin Rektor, Dr. Irawan Suprapto, M.Pd, Ketua Senat UMKO, Dr. Sugeng Dwiono dan Ketua Tim Pendirian SMP, Dr. Sigit Suharjono langsung disambut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Sukatno.
Kadisdik, Sukatno menyambut baik inisiatif pendirian SMP Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Lampura diperlukan keterlibatan berbagai pihak. Ia juga menyatakan setiap pendirian sekolah harus memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk aspek administratif, jumlah rombongan belajar, dan peserta didik. “Kami mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan, namun seluruh persyaratan administratif dan teknis harus dipenuhi,” jelas Kadisdik. Seraya menyatakan pentingnya koordinasi berkelanjutan antara pihak pengusul dan Dinas Pendidikan.
Sementara, Rektor UMKO, Dr. Irawan Suprapto, M.Pd mengatakan, langkah koordinasi ini merupakan awal dalam upaya pengembangan dan memperluas akses pendidikan menengah pertama. Inisiasi ini juga berdasarkan kebutuhan dan layanan masyarakat akan adanya pendidikan yang berkualitas dan berkarakter. Direncanakan pendirian SMP Muhammadiyah Soekarno Hatta diharapkan dapat menjadi alternatif sebagai lembaga pendidikan yang unggul, berkualitas serta mengusung konsep pendidikan berbasis karakter islami. “Kami ingin menghadirkan sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter,” katanya.
Ia menambahkan, pembelajaran akan mengintegrasikan kemampuan multibahasa, yakni bahasa Inggris, Arab, dan bahasa daerah, guna meningkatkan daya saing peserta didik.
Di tempat yang sama, Ketua Senat UMKO, Dr. Sugeng Dwiono, SH., MH, menekankan pentingnya dukungan masyarakat Muhammadiyah dalam mendukung realisasi program tersebut. Ia menilai sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberlanjutan pengelolaan sekolah. “Dukungan warga persyarikatan dan sinergisitas UMKO dan stakeholder lainnya amat penting untuk realisasinya rencana ini,” ujar Sugeng.
Sementara, Ketua Tim Pendirian, Dr.Sigit Suharjono, menyampaikan bahwa konsep pembelajaran juga akan mengangkat kearifan lokal sebagai bagian dari identitas sekolah.”Konsep pendidikan didesain agar berkualitas, unggul dan berkarakter tetapi tetap harus memiliki ciri kearifan lokal sebagai identitas tersendiri,” jelasnya.(*)












