Ketua MKKS Bantah Kondisikan Pengadaan Material dan Tenaga Kerja Pada Proyek Revitalisasi Di Sejumlah SMK Yang Ada Di Lampura

Kotabumi_Polemik pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SMK di Kabupaten Lampung Utara terus bergulir. Paska dugaan penyimpangan palaksanaan proyek revitalisasi yang dilakukan oknum kepala sekolah SMKN 2 Kotabumi. Kini menyeret nama Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK di Lampung Utara (Lampura), Hamron Roiya yang dituding ikut andil dalam penyediaan material dan tenaga kerja di sejumlah SMK di Lampung Utara yang mendapatkan program revitalisasi.

Isu tudingan keterlibatan Ketua MKKS dalam pelaksanaan proyek revitalisasi di SMKN 2 Kotabumi dan sejumlah sekolah lainnya itupun merebak luas. Saat di temui  di ruang kerjanya, Selasa, (7-7-2026)  Ketua MKKS SMK Lampura, Hamron Roiya membantah keterlibatan dirinya dalam proyek rivitalisasi di sejumlah SMK tersebut. Menurutnya sitem pelaksanaan proyek revitalisasi itu bersifat swakelola yang memberikan kewenangan kepada Kepala Sekolah untuk mengelola proyek baik untuk material, harga dan tenaga kerja.”Itu tidak benar.Pada dasarnya saya tidak bisa mengintervensi kepala sekolah lain dalam pembelian bahan bangunan. Pekerjaan ini dilaksanakan secara swakelola, sehingga masing-masing kepala sekolah mencari harga yang lebih murah sesuai kebutuhannya,” katanya.

Prihal tenaga kerja atau kepala tukang, lanjut dia, itupun bukan atas rekomendasi dirinya meskipun orangnya memang berasal dari daerahnya.
“Kalau kepala tukangnya memang berasal dari sini. Mungkin di daerah sana tidak ada yang sesuai kebutuhan. Selain itu, kepala sekolah tersebut juga sebelumnya pernah bertugas di sini, sehingga kemungkinan sudah mengenal tenaga kerja tersebut,” tepisnya.

Menariknya, pernyataan Hamron Roiya berbanding terbalik dengan kesaksian sejumlah pekerja di salah satu sekolah yang juga menerima program yang sama.

Salah satu pekerja yang tidak ingin disebut identitasnya mengungkapkan bahwa dirinya berasal dari Prokimal Kecamatan Kotabumi Utara. Dirinya mengaku pekerja didominasi dari wilayah Kotabumi Utara yang dikerahkan langsung oleh kepala tukang yakni Sairan. Begitupun dalam pembelian material, Sairan lah yang mengatur segalanya.

“Kalau material seperti bukan pak Hamron yang beli, kepala tukang yang belanja ke toko. Kepala tukangnya iya orang Hamron, pak Sairan namanya,” aku pekerja di sela-sela pekerjaan, Selasa, (07/07/2026).

Belakangan diketahui, Sairan juga merupakan orang yang banyak berperan juga dalam pengerjaan proyek revitalisasi di SMKN 2 Kotabumi yang kini menjadi sorotan publik akibat banyaknya penyimpangan pengerjaan proyek.

Pantauan di lokasi, praktik penggunaan material di bawah standar juga diterapkan dengan pola yang sama seperti di SMKN 2 Kotabumi. Karenya tudingan adanya keterlibatan dan keterkaitan dengan oknum ketua MKKS SMK Lampung Utara kian menguat terkait pengkondisian sub-pekerja dan lainnya meskipun tudingan tersebut dibantah Hamron Roiya. (Rendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *