Lampung Utara : Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kotabumi menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, Senin (29/6/2026).
Mereka mendesak pemerintah daerah segera merealisasikan berbagai janji pembangunan serta memperbaiki sejumlah persoalan yang dinilai belum tertangani.
Aksi berlangsung di halaman Kantor Bupati dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa secara bergantian menyampaikan orasi dan menyerahkan daftar tuntutan yang terbagi dalam lima isu nasional serta sembilan tuntutan daerah.
Empat koordinator lapangan, Ilman, Naufal, Hirfan, dan Qiray, menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap jalannya pemerintahan. Menurut mereka, pemerintah daerah perlu menunjukkan langkah nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam tuntutan daerah, IMM meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, melakukan evaluasi terhadap pejabat dan kebijakan yang dinilai tidak efektif, mempercepat pengentasan kemiskinan, menekan angka anak putus sekolah, memperbaiki infrastruktur, memperkuat pelaksanaan program strategis nasional, menjalankan reformasi birokrasi dan transformasi digital, serta menolak rencana pinjaman Pemerintah Kabupaten Lampung Utara senilai Rp150 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Menurut mahasiswa, rencana pinjaman tersebut perlu dikaji kembali mengingat masih adanya beban keuangan daerah yang harus diselesaikan.
Selain menyampaikan tuntutan daerah, massa juga membawa sejumlah aspirasi nasional, di antaranya terkait stabilitas nilai tukar rupiah, harga kebutuhan pokok, distribusi BBM subsidi, penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK), serta sejumlah isu kebijakan nasional lainnya.
Aksi berakhir setelah perwakilan mahasiswa diterima berdialog dengan Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, bersama jajaran pemerintah daerah.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan.
Wakil Bupati Romli mengatakan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menghargai setiap masukan dari masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. Menurutnya, aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.
“Kami menerima dan mendengarkan seluruh aspirasi yang disampaikan. Semua masukan ini akan menjadi perhatian pemerintah daerah demi perbaikan dan kemajuan Lampung Utara,” ujar Romli.
(*)












