Kakek Di Gunung Labuhan Aniaya Warga Yang Masih Kerabatnya

Kotabumi_Dusun Gunung Labuhan, Desa Tanjung Iman, Kecamatan Blambangan Pagar, pada Minggu pagi, (21-06’26) mendadak berubah mencekam. Teriakan histeris warga pecah setelah seorang pria lanjut usia diduga mengamuk sambil membawa sebilah golok dan menyerang penghuni rumah yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya.

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB itu, Muqosim (74) menjadi korban pertama. Korban mengalami luka serius di bagian kepala dan punggung akibat sabetan senjata tajam.

Situasi semakin kacau ketika anggota keluarga korban mencoba memberikan pertolongan. Pelaku yang diduga sudah terbakar emosi kembali mengayunkan golok ke arah korban lainnya hingga menyebabkan luka di bagian kepala. Bahkan seorang warga yang berusaha melerai tak luput dari serangan dan mengalami luka pada bagian tangan.

Darah berceceran di dalam rumah, sementara warga sekitar memilih menjauh karena takut menjadi sasaran berikutnya. Setelah melakukan penyerangan, pelaku langsung melarikan diri meninggalkan lokasi. Sementara k<span;>orban yang bersimbah darah segera dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.

Belakangan diketahui terduga pelaku merupakan HS alias K (75), warga setempat. Polisi yang menerima laporan langsung melakukan pengejaran. Pelaku akhirnya berhasil ditemukan saat bersembunyi di rumah salah satu keluarganya yang masih berada di wilayah desa tersebut.

Kurang dari 10 jam setelah kejadian, jajaran Unit Reskrim Polsek Abung Selatan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan berikut barang bukti berupa sebilah golok yang diduga digunakan saat penyerangan.

Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan melalui Kasi Humas IPTU Herawati membenarkan penangkapan tersebut.“Setelah menerima laporan, anggota langsung bergerak melakukan penyelidikan dan pencarian hingga pelaku berhasil diamankan,” terang IPTU Herawati.

Saat ini pelaku telah dibawa ke Polsek Abung Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara penyidik masih mendalami motif di balik aksi penganiayaan berdarah tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *