Kotabumi_Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) melatih para peternak membuat konsentrat sebagai salah satu alternatif pakan sehat ternak di tengah sulitnya mencari rerumputan akibat kemarau dan melambungnya harga pakan ternak. Pelatihan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung, Senin, (27-7-2026) di Desa Karangrejo Kecamatan Sungkai Selatan Lampung Utara.
Acara yang bertemakan ‘ Peningkatan Kapasitas Gapoktan Melalui Pelatihan Formulasi Konsentrat dan Manajemen Pemasaran Ternak Sapi’ ini diikuti puluhan peternak yang ada di desa Karangrejo ini. Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat FPP UMKO, Devi Kusuma Pradana, M.Pt mengatakan, agenda pelatihan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagai perwujudan dari catur darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Menurutnya, semua perguruan tinggi wajib melaksanakan tri darma perguruan tinggi atau catur darma jika di PTM. Tri darma perguruan tinggi yakni, pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Itu semua adalah kewajiban civitas akademika khususnya para dosen yang harus dilaksanakan sebagai komitmen keberadaan perguruan tinggi,” kata Devi.

Saat ini, lanjut dia pihaknya melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan kepada para peternak untuk bisa membuat pakan sehat ternak berupa konsentrat dari berbagai unsur bahan baku yang mudah didapat dengan harga yang murah seperti dedak, katul, onggok, ampas tahu dan gula tetes. ” Kita berharap melalui pelatihan ini, para peternak secara mendiri bisa membuat konsentrat sebagai pakan sehat ternak. Sehingga sapi-sapi yang dipelihara tumbuh sehat dengan bobot yang optimal serta laku dijual dengan harga yang menguntungkan peternak,” ujar Devi
Di tempat yang sama pemateri terkait manajemen pemasaran hasil ternak sapi, Yansen Atik,S.E., M.Si mengatakan, setelah peternak berhasil merawat ternaknya dengan sehat dan bobot yang optimal maka upaya memasarkan hasil ternaknya pun menjadi persoalan tersendiri. Oleh karenanya para peternak juga harus mengupdate info terkait harga pasar, mengoptimalkan kelembagaan peternakan sebagai wadah untuk menjali kerja sama yang berkelanjutan dengan berbagai pihak terkait penawaran dan permintaan sapi seperti pedagang besar, rumah potong hewan, restoran dan dunia industri pengolahan daging sapi serta pihak lainnya. Selain itu peternak juga harus bisa mengoptimalkan penggunaan kemajuan teknologi sebagai media promosi di media sosial seperti facebook, tik-tok, group WhatShaps dan lain sebagainya. “Selain kondisi fisik ternak sapi yang sehat dengan bobot yang optimal sehingga harga jual pun tinggi. Para peternak juga harus menjalin hubungan atau relasi dengan berbagai pihak secara berkelanjutan terkait penjualan hasil ternak, para peternak juga harus bisa mengoptimalkan penggunaan teknologi dan informasi sebagai media promosi hasil ternaknya,” katanya.
Sementara itu, Rudi Handoko salah satu peternak desa setempat yang ikut dalam acara pelatihan tersebut menyampaikan apresiasinya atas diselenggarakannya pelatihan pembuatan konsentrat sebagai pakan sehat ternak di desanya. Menurutnya, acara ini tentu menambah ilmu dan pengetahuan para peternak untuk bisa membuat pakan ternak yang sehat dan baik bagi tetnaknya. Apa lagi kata dia, saat ini kondisi sedang musim kemarau tentunya sulit untuk mendapatkan rerumputan sebagai pakan sapi-sapi mereka. ” Saat ini susah cari rumput, untung disini musim panen padi jadi jerami atau damen menjadi andalan sementara. Tapi ternyata ternak tidak hanya harus dikasih pakan rerumputan harus ada campuran pakan lain untuk lebih menyehatkan dan menambah berat badan ternak. Dari pelatihan ini sekarang kami tahu membuatnya secara mandiri. Ya itung-itung lebih hemat biaya lah dari pada harus membeli yang sudah jadi,” kata Rudi Handoko (*)












