Lampung Selatan: Lampung Selatan kembali dihadapkan pada sorotan publik terkait penggunaan anggaran di lingkungan Sekretariat DPRD. Setelah sebelumnya menuai kritik akibat anggaran jasa pencucian pakaian pimpinan dewan sebesar Rp78 juta per tahun, kini muncul pengadaan perangkat premium berupa iPad Pro M4 11 inch senilai Rp21.750.000 per unit.
Pengadaan tersebut tercantum dalam dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) tahun anggaran 2026 dengan kode 64197996 dan bersumber dari APBD Kabupaten Lampung Selatan.
Dalam dokumen itu disebutkan, perangkat yang akan dibeli memiliki spesifikasi kelas atas, yakni layar Ultra Retina XDR 11 inci, penyimpanan 256 GB, RAM 8 GB, dan menggunakan Chip Apple M4 terbaru.
Namun, hasil penelusuran di sejumlah toko resmi dan marketplace elektronik menunjukkan harga iPad Pro M4 11 inch 256 GB saat ini berada di kisaran Rp16 juta hingga Rp17 jutaan. Artinya, terdapat selisih anggaran sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta lebih tinggi dibanding harga pasar perangkat serupa.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan publik terkait dasar perhitungan anggaran dan urgensi penggunaan perangkat premium untuk kebutuhan administrasi di lingkungan sekretariat DPRD.
Pengadaan dijadwalkan dilakukan melalui metode pembelian elektronik katalog INAPROC pada Mei hingga Juni 2026, dengan target penggunaan perangkat pada Juni 2026.
Sorotan publik muncul karena pengadaan tersebut dilakukan di tengah gencarnya seruan efisiensi belanja daerah dan masih banyaknya persoalan infrastruktur dasar yang dikeluhkan masyarakat.
Warga Kecamatan Kalianda, Siti Aminah, mempertanyakan urgensi penggunaan perangkat dengan spesifikasi tinggi tersebut.
“Kalau untuk menunjang kerja dewan, kami paham butuh fasilitas. Tapi apakah harus yang spesifikasi setinggi itu? Apakah tidak ada pilihan yang lebih terjangkau tapi fungsinya tetap sama? Apalagi sekarang semua diminta hemat, ini malah terlihat seperti pemborosan,” ujar Siti, Jumat (15/5/2026).
Kritik serupa juga datang dari warga lainnya, Herianto. Ia menilai pola belanja di lingkungan Sekretariat DPRD Lampung Selatan mulai menjauh dari kondisi riil masyarakat.
“Saya baca beritanya, Rp78 juta setahun cuma buat cuci pakaian, terus beli tablet harganya puluhan juta pula. Padahal di desa kami jalanannya masih rusak, sekolah butuh perbaikan, dan puskesmas sering kekurangan obat,” katanya.
Pengadaan iPad premium ini semakin memperkuat sorotan terhadap prioritas penggunaan APBD di lingkungan DPRD Lampung Selatan. Publik kini menunggu penjelasan resmi mengenai alasan penganggaran perangkat dengan nilai di atas harga pasaran tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Sekretaris DPRD Lampung Selatan, Ahmad Herry belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang disampaikan wartawan melalui pesan singkat terkait pengadaan tersebut.
(*)












