Jakarta: Kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mengawal arus mudik Lebaran 2026 mencatat hasil signifikan. Angka fatalitas kecelakaan lalu lintas berhasil ditekan hingga 31,19 persen, seiring penerapan strategi rekayasa jalur yang dinilai presisi dan adaptif di berbagai titik rawan kepadatan.
Langkah taktis menjadi kunci. Sepanjang periode mudik, Polri tercatat melakukan pengalihan arus sebanyak 205 kali, serta menerapkan sistem one way dan contra flow di jalur-jalur krusial. Kebijakan ini terbukti efektif mengurai kemacetan sekaligus menekan potensi kecelakaan di jalur padat kendaraan.
Tak hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas konvensional, Polri juga memaksimalkan penggunaan teknologi berbasis data.
Pemantauan arus dilakukan secara real-time melalui ETLE Drone Patrol Presisi, Traffic Accident Analysis (TAA), dan Road Accident Rescue (RAR). Teknologi ini memungkinkan deteksi dini terhadap potensi gangguan serta percepatan penanganan insiden di lapangan.
Kadiv Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Ribuan personel gabungan dikerahkan untuk memastikan respons cepat terhadap setiap dinamika di lapangan, dengan pendekatan yang tetap tegas namun humanis.
“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan serta dukungan masyarakat. Ke depan, Polri akan terus berkomitmen meningkatkan pelayanan yang lebih optimal, humanis, dan berbasis teknologi,” ujarnya, Kamis (02/04/2026).
Keberhasilan menekan angka fatalitas ini menjadi indikator penting bahwa pendekatan berbasis teknologi dan rekayasa lalu lintas yang terukur mampu meningkatkan keselamatan pemudik, sekaligus menjadi model pengelolaan arus transportasi nasional di masa mendatang.
Editor : Yongki












