Lampung Timur : Kondisi memprihatinkan melanda kawasan Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Muara Gadingmas, Kecamatan Labuhan Maringgai. Fasilitas yang seharusnya menjadi denyut nadi aktivitas nelayan kini justru terhambat oleh penumpukan bangkai perahu dan pendangkalan alur sungai.
Ketua Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Lampung Timur, Agustinus Tri Handoko, menegaskan kondisi tersebut telah mengganggu aktivitas nelayan secara signifikan, mulai dari proses sandar hingga pendaratan hasil tangkapan.
“Penumpukan bangkai perahu dan pendangkalan alur sungai menjadi hambatan nyata bagi produktivitas nelayan. Selain menyulitkan akses sandar, kondisi ini juga berpotensi merusak perahu lainnya serta membuang waktu melaut,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah perahu tak lagi digunakan dibiarkan menumpuk di area docking. Saat air laut surut, bangkai-bangkai tersebut tampak berserakan, menghalangi jalur perahu aktif yang hendak bersandar.
Ironisnya, sebuah kapal milik instansi pemerintah, Kapal Banawa 131, juga terlihat terbengkalai dalam kondisi rusak selama bertahun-tahun. Keberadaannya dinilai semakin mempersempit ruang gerak nelayan di kawasan dermaga.
Agustinus mendesak pemerintah daerah dan dinas terkait untuk segera mengambil langkah konkret. Menurutnya, penanganan masalah ini tidak bisa ditunda karena menyangkut langsung roda ekonomi masyarakat pesisir.
Sebagai langkah awal, HMNI Lampung Timur akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna mempercepat normalisasi alur sungai dan penataan kawasan dermaga. Selain itu, pihaknya juga akan mengirimkan surat resmi kepada instansi terkait untuk mendorong relokasi maupun penghapusan aset perahu yang telah terbengkalai.
Tak hanya itu, HMNI juga menginisiasi musyawarah bersama pemilik perahu, tokoh nelayan, dan pengelola PPI guna membahas mekanisme pembersihan bangkai perahu secara teknis dan legal, agar tidak memicu konflik di kalangan nelayan.
“Harapannya, tata kelola PPI dapat kembali optimal sesuai peruntukannya, sehingga mampu menggerakkan kembali perekonomian masyarakat nelayan,” pungkasnya.
Editor : Yongki












