Jakarta: Pasangan ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, mengirim sinyal kuat menjelang Piala Thomas 2026. Di tengah ketatnya persaingan sektor ganda, keduanya menyatakan kesiapan menembus skuad utama jika mendapat kepercayaan dari PBSI.
Turnamen beregu paling prestisius di bulu tangkis itu akan berlangsung di Horsens pada 24 April hingga 3 Mei 2026 mendatang. Indonesia tergabung di Grup D bersama Thailand, Prancis, dan Aljazair, grup yang relatif terbuka, tetapi tetap menuntut konsistensi sejak fase awal.
Hingga awal April, PBSI belum mengumumkan komposisi tim. Situasi ini membuat persaingan di internal pelatnas, khususnya sektor ganda putra, menjadi salah satu yang paling dinamis. Sejumlah pasangan papan atas dan pelapis terus bersaing, termasuk Raymond/Joaquin yang performanya dinilai stabil dalam beberapa turnamen terakhir.
“Kami berharap bisa masuk tim. Itu salah satu impian terbesar kami,” ujar Nikolaus saat ditemui di Pelatnas Cipayung, Kamis, (02/04/2026).
Saat ini, Raymond/Joaquin menempati peringkat 13 dunia—posisi yang menempatkan mereka di ambang skuad inti. Mereka juga konsisten tampil di turnamen level atas seperti All England Open dan dijadwalkan turun di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia dalam waktu dekat.
Jam terbang di level elite menjadi modal penting. Dalam konteks seleksi tim beregu, faktor pengalaman menghadapi tekanan pertandingan besar sering kali menjadi pembeda, bukan sekadar peringkat.
Nikolaus menegaskan, jika dipercaya, mereka siap membayar kepercayaan itu. “Kalau memang terpilih, kami ingin membuktikan bahwa kami layak mewakili Indonesia dan akan memberikan yang terbaik,” kata dia.
Indonesia datang ke Piala Thomas dengan status sebagai negara tersukses sepanjang sejarah, mengoleksi 14 gelar juara. Tradisi panjang ini menjadi pedang bermata dua: sumber motivasi sekaligus tekanan bagi pemain muda yang ingin menembus tim.
Bagi Raymond/Joaquin, peluang masuk skuad bukan sekadar target jangka pendek, tetapi bagian dari upaya menempatkan diri dalam regenerasi ganda putra Indonesia.
“Kami ingin jadi bagian dari tim Thomas dan, kalau bisa, ikut membawa Indonesia juara,” ujar Nikolaus.
Dengan pengumuman skuad yang masih dinanti, performa dalam beberapa turnamen ke depan akan menjadi penentu. Bagi pasangan muda seperti Raymond/Joaquin, momentum ini bisa menjadi pintu masuk—atau justru ujian terakhir sebelum panggung terbesar bulu tangkis beregu dunia.
Editor : Ari












