Kotabumi_ Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Fikri Yasin, dan Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung, Erizal dijadwalkan akan menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal-IMM) Lampung Utara pada Kamis, (1-10-2026). Sekaligus peluncuran buku ‘Sang Surya Enggan Redud’ Karya Suwardi yang merupakan Ketua DPD Fokal IMM Lampung Utara periode 2026-2031 yang akan dilantik.
Pelantikan pengurus Fokal IMM Lampung Utara akan dilaksanakan di Gedung Pusiban Agung Kotabumi pukul 13:00 Wib. Sebelumnya Anggota Ombudsman RI, Fikri Yasin dan Ketua Komisi Informasi Lampung, Erizal di pagi harinya dijadwalkan mengikuti acara bersama pemerintah daerah setempat.
Ketua DPD Fokal IMM Lampung Utara Suwardi mengatakan kehadiran Anggota Ombudsman RI dan Ketua Komisi Informasi Lampung tersebut memiliki arti khusus bagi keluarga besar Fokal IMM Lampung Utara mengingat keduanyan juga merupakan alumni IMM. Fikri saat ini mengemban amanah sebagai Bendahara Umum Pimpinan Pusat FOKAL IMM, sedangkan Erizal merupakan penasihat Pimpinan Wilayah FOKAL IMM Provinsi Lampung.
Pertemuan alumni kader intelektual dari berbagai jenjang kepemimpinan itu diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antar kader dan mampu melahirkan gagasan serta kontribusi nyata keberadaan Fokal IMM bagi masyarakat.
Nama Fikri belakangan menjadi perhatian publik setelah terlibat dalam inspeksi mendadak Ombudsman RI di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, pada 23 September 2026. Seusai inspeksi tersebut, Ombudsman RI menyampaikan temuan pengawasannya kepada publik.

Selain pelantikan, acara di Pusiban Agung akan diisi dengan peluncuran buku Sang Surya Enggan Redup: Kepemimpinan Transformatif AMM dan Rejuvenasi Martabat Muhammadiyah karya Suwardi. Buku tersebut lahir dari kegelisahan intelektual sekaligus harapan penulis terhadap masa depan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan yang telah berkiprah lebih dari satu abad dalam membangun bangsa dan mencerahkan kehidupan umat.
Melalui buku itu, Suwardi mengangkat pentingnya regenerasi kepemimpinan di lingkungan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). Gagasan tersebut berangkat dari perubahan sosial yang cepat, perkembangan teknologi yang mengubah cara masyarakat berinteraksi, dinamika politik yang kompleks, serta tantangan global yang semakin beragam.
Menurut Suwardi, generasi penerus Muhammadiyah perlu mampu menjaga nilai dan tradisi gerakan sekaligus menjawab kebutuhan zaman. Karena itu, kepemimpinan transformatif yang dibahas dalam bukunya berkaitan dengan kemampuan kader untuk membaca perubahan, mengembangkan gagasan, dan menghadirkan kerja nyata bagi umat serta masyarakat.
Peluncuran buku dalam rangkaian pelantikan itu juga menempatkan kegiatan Fokal IMM sebagai ruang pertukaran pemikiran. Suwardi berharap kepengurusan yang baru dapat mempererat jejaring alumni, mendorong budaya intelektual, dan mengambil peran dalam persoalan publik di Lampung Utara.
“Kita beeharap Fokal IMM bisa menjadi rumah besar para kader Intelektual Muhammadiyah yang bisa menelurkan gagasan progresifnya untuk kebermanfaat ummat,” Cetus Suwardi yang juga menjabat Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Kotabumi (*)












