Kotabumi_Buntut dari inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) di Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Kotabumi. Kepala Rutan (Karutan) Marthen Butar Butar dicopot. Pencopotan tersebut terkait dugaan pungutan liar (pungli) dan peredaran handphone ilegal di kalangan warga binaan.
Kini jabatan Karutan telah Pelaksana Hariankan (Plh) Kepada Iwan Patra. Saat ditemui, Senin, (4-5-2026). Iwan Patra menyatakan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh di lingkungan Rutan Kotabumi.
“Beri kami waktu untuk berbenah,” ujarnya
Ia menegaskan keseriusan dalam membangun kembali kepercayaan publik serta menciptakan tata kelola pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas. Salah satu fokus utama yang diusung adalah penerapan Zero Halinar, yakni komitmen tegas untuk memberantas keberadaan handphone ilegal, pungutan liar (pungli), dan narkoba di dalam rutan.
Program ini menjadi bagian penting dalam mendukung upaya Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Kembali ia menegaskan tidak ada toleransi bagi siapapun yang melanggar aturan tersebut, baik petugas maupun warga binaan.“Kami berkomitmen Zero Halinar, baik petugas maupun warga binaan sepakat untuk itu” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, pihak Rutan juga akan melaksanakan deklarasi dan penandatanganan ikrar bersama sebagai bentuk komitmen kolektif seluruh jajaran dalam menjaga integritas.
Tak hanya berfokus pada penegakan aturan, Iwan juga menekankan pentingnya pembinaan warga binaan sebagai tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, media, dan pemerintah daerah, untuk turut berperan aktif dalam mendukung program pembinaan di dalam Rutan. “Warga binaan adalah bagian dari masyarakat, mereka harus kita siapkan agar mampu kembali dan beradaptasi dengan lingkungan sosial secara lebih baik setelah menjalani masa hukuman,” ujarnya.
Selain itu, sinergi dengan berbagai pihak juga diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan ketertiban di dalam rutan, terutama dalam menghadapi momen-momen penting seperti hari besar keagamaan. (*)












